Jumat, 16 Januari 2015

Menuju Adiwiyata Mandiri, SMA 2x11Enam Lingkung Gelar Seminar

SICINCIN – Lingkungan sekolah yang bersih dan tertata rapi menjadi prasyarat utama penyelenggaraan proses belajar dan mengajar yang nyaman. Kesejukan suasana sekolah dengan pepohonan yang rindang akan membuahkan konsentrasi siswa dan guru.

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 2x11 Enam Lingkung merupakan satu dari 16 unit SMA di Kabupaten Padang Pariaman yang berwawasan lingkungan. Tak heran jika sekolah ini mendapat penghargaan bupati dan gubernur.

Piagam penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten diberikan Bupati Ali Mukhni, awal Maret 2014. Selanjutnya, Gubernur Irwan Prayitno memberikan piagam penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sumbar, 11 Desember 2014.

“Insya Allah, kami terus berbenah untuk mencapai prediket sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional, selanjutnya menjadi Sekolah Adiwita Mandiri,” ujar Kepala SMAN 1 2x11 Enam Lingkung Dra Thayyibah MM, Jumat (16/1).

Menurut dia, kata Adiwiyata berasal dari dua kata. Adi memiliki makna: besar, agung, baik, ideal dan sempurna. Wiyata memiliki makna: tempat di mana seorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial.

“Jika secara keseluruhan Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna: tempat yang baik dan ideal, di mana dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju kesejahteraan hidup,” katanya menjelaskan. 

SMAN 1 2x11 Enam Lingkung terletak di Korong Bari, Kenagarian Sicincin, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung. Sekolah memiliki areal tanah 15.000 meter persegi atau 1,5 hektar. 

Sekolah ini, lanjut dia, mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan. Hal ini didukung oleh kondisi letak yang strategis dan cukup lahan untuk dikembangkan menjadi sekolah yang lingkungannya menyenangkan bagi kelangsungan proses pembelajaran bagi peserta didik, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan.

Tahun pelajaran 2014 / 2015 SMAN 1 2x11 Enam Lingkung memiliki 800 siswa yang terbagi dalam 27 rombongan belajar (rombel / lokal). Kelas X    = 9 lokal dengan jumlah 282 siswa ( L: 123, P: 159). Kelas XI  =  9 lokal dengan jumlah 268 siswa ( L: 90, P: 178). Kelas XII =  9 lokal dengan jumlah 250 siswa ( L: 88, P: 162).  Semua  proses pembelajaran dilaksanakan pada pagi hari.

Prestasi Siswa SMAN 1 2x11 Enam Lingkung di Bidang Akademik dan Non Akademik Tahun 2014 cukup banyak, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Dari data yang diperlihatkan Thayyibah, ada 16 prediket juara yang diraih sekolah ini.

Tenaga pendidik (guru) yang bertugas di SMAN 1 2x11 Enam Lingkung berjumlah 71 orang, terdiri guru PNS 61 orang dan non PNS 10 orang. Pendidikan mereka:  S2 7 orang, S1 60 dan Diploma (D3) 4 orang. Sementara tenaga kependidikan (administrasi) berjumlah 15 orang, terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) 5 orang dan non PNS 15 orang.

Seminar Nasional

Sebagai rangkaian kegiatan pembelajaran dan pembinaan sekolah adiwiyata, SMAN 1 2x11 Enam Lingkung menyelenggarakan Seminar Nasional dengan Narasumber Sucipto dari Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Seminar dijadwalkan berlangsung Sabtu (17/1) besok.

“Insya Allah, seminar akan dibuka secara resmi oleh Pak Ali Mukhni, bupati Padang Pariaman, jam 09.00 serta akan diikuti seluruh majelis guru dan siswa. Kami juga mengundang guru-guru se-Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman serta alumni sekolah sejak tamatan pertama tahun 1986,” kata Thaiyyibah.

Seminar ini, lanjut dia, bertema “Menyongsong Indonesia Emas, Pendidikan ke Depan Mampu Mengejar Kehidupan Meraih MImpi Menuju Kemerdekaan Hakiki”.



Foto:
Kepala SMA 1 2x11 Enam Lingkung Drs Thayyibah MM sewaktu menerima Penghargaan Adiwiyata dari Gubernur Sumbar