PADANG PARIAMAN--Bupati Drs H Ali Mukhni membuka acara Advokasi dan Sosialisasi Program Eliminasi Filariasis dalam rangka mewujudkan Komitmen Bersama menuju Eliminasi Filariasis di Indonesia Tahun 2020, Kamis (29/3), di Gedung Daerah Saiyo Sakato Pariaman.
Hadir dalam acara tersebut Ir Zulbaidah perwakilan USAID, beberapa Kasubid Kemenkes RI sebagai narasumber, Kadis Kesehatan dan beberapa Kepala SKPD serta Camat dan Kepala Puskesmas sebagai peserta.
Bupati Ali Mukhni dalam pidatonya, menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Dinkes ini. Dalam rangka menambah Ilmu dan Pengetahuan serta memberikan gambaran yang jelas pada pihak-pihak terkait, memang sangat perlu dilakukan sosialisasi seperti ini.
Sementara itu, Kadinkes dr H Zunirman dalam laporannya menyebutkan, di Kabupaten Padang Pariaman masih terdapat kasus filariasis (penyakit kaki gajah) di beberapa kecamatan, sekarang sudah ditemui 12 kasus. "Selama ini tidak muncul kasus tersebut bukan berarti tidak ada, tapi karena tidak dilacak dan terpantau sehingga tidak ditindaklanjuti. Kemudian masyarakat masih menganggap penyakit ini merupakan penyakit turunan sehingga tidak berusaha untuk berobat, padahal ini merupakan penyakit menular," ulas Zunirman.
Selanjutnya Kadinkes menambahkan bahwa kegiatan advokasi dan sosialisasi ini adalah yang pertama di Sumatera Barat dan akan diikuti oleh 7 Kabupaten/Kota lainnya. Sebenarnya beberapa Kabupaten dan Kota tetangga di Sumatera Barat merupakan endemis Filariasis sehingga Padang Pariaman terancam penyakit menular ini, untuk secara dini kita serius melacak penderita penyakit ini dan melakukan pemeriksaan serta pengobatan secara masal..
Selanjutnya Kadiskes menyatakan bahwa program Dinkes tentang Advokasi dan Sosialisasi Eliminasi Filariasis ini bekerja sama dengan USAID yang juga didanai oleh beberapa NGO seperti NTD dan NRTI.
Kemudian Kasubdit Filariasis Kemenkes RI, dr. Saktiono yang membacakan pidato Menkes, menyatakan bahwa kasus kronis yg dilaporkan s/d tahun 2011 secara komulatif sebanyak 12.066. Didunia Indonesia menempati urut ke-3 kasus filariasis ini, setelah Nigeria dan India.
Untuk itu program Eliminasi Filariasis dijadikan Program Nasional, salah satu kegiatannya adalah advokasi, sosialisasi dan pengobatan masal. Tujuannya pada tahun 2020 Filariasis ini tidak lagi menjadi masalah nasional.
Kegiatan Sosialisasi yang berlangsung sehari penuh ini menampilkan beberapa Narasumber, yaitu: 1. Prof. dr. Saleha Sungkar DAP&E, MS, SpParK, Ketua Parasitalogi FKUI dengan materi ceramah tentang Eliminasi Filariasis. 2. dr. Saktiono (Kasubdit Filariasis Kemenkes R.I). menyampaikan materi ceramah tentang Kebijakan Nasional Program Eliminasi Filariasis. 3. DR. dr. Irene, MKM (Kasubdit Kemenkes) menyampaikan materi ceramah tentang Situasi Filariasis di Propinsi.
Menurut Prof. Saleha Sungkar, Filariasis atau penyakit Kaki Gajah merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Filariasis tergolong penyakit menular dan dapat ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini kalau sudah terjangkit dan kronis tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikurangi.
Dilaporkan: in / zast
Foto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
saran